Unforgettable
Winna Efendi




  • Seandainya memori seperti kaset yang dapat berulang-ulang diputar kembali
  • Banyak orang yang berharap dapat memutar waktu kembali karena penyesalan, sampai hanya waktu itu yang tertinggal di benak mereka. Sampai penyesalan menggerogoti jiwa mereka, sampai lama kelamaan mereka mati bersamaya
  • Penyesalan sama seperti hidup, sama seperti kenangan, adalah hal yang sangat mengerikan
  • Biasanya, saat manusia tidak menyukai kenangan akan sesuatu, ia akan berusaha untuk melupakannya. Menyisihkannya pelan-pelan, sampai hilang tak berbekas
  • Waktu lebih baik tidak dapat diputar kembali. Kenangan lebih baik tidak dapat disimpan seperti kaset. Lebih baik apa adanya, mengalir seperti seharusnya
  • Kata orang menjadi, menjadi dewasa berarti harus membuat pilihan
  • Terkadang, orang dewasa seperti sesosok badan tak berjiwa. Semakin dewasa seseorang, semakin pudar jiwanya, menjadi robot yang berkutat dengan rutinitas
  • Bukankah lucu, anak-anak kerap kali berdoa supaya cepat besar, remaja tak sabaran  karena tak kunjung dewasa, yang tua berharap dapat kembali menjadi anak-anak, dan perputaran itu tidak pernah berakhir
  • Namun, pada dasarnya, kehidupan nyata dan keinginan adalah dua hal yang sungguh berbeda. Dua sisi dari sekeping koin
  • Terkadang, memang tidak perlu ada jawaban untuk segala sesuatu. Segala sesuatunya terjadi begitu saja
  • Pada dasarnya, setiap orang memiliki satu titik jenuh dimana mereka akan bilang-stop, saya butuh waktu. Time out break
  • Setiap pekerjaan, setiap rutinitas, punya titik jenuh
  • Hati dan rasa adalah bentuk komplikasi; sesuatu yang tidak pernah dapat didefinisikan
  • Begitu kita kehilangan seseorang ia akan pupus selamanya. Mungkin, akan ada orang yang mirip dengannya, mungkin ada orang yang menggantikan posisinya, tetapi selamanya bayang itu akan tetap menjadi bayang
  • Kita tidak akan pernah benar-benar berhenti mencintai seseorang. Kita hanya belajar untuk hidup tanpa mereka
  • Mencintai seseorang, mungkin seperti berjalan di atas lapangan es tanpa merasakan dinginnya. Lapisan esnya bisa retak kapan saja, tetapi bagai orang bodoh, kita terus melangkah maju
  • Cinta adalah faktor yang membuat kita membulatkan tekad dan terus maju, percaya bahwa kita tidak akan jatuh dan tenggelam, walau terlihat seperti resiko terbesar yang akan kita ambil
  • Cinta adalah merasakan seluruh emosi jungkir balik dan berbaur menjadi satu. Merasa segalanya akan baik-baik saja selama berpegangan tangan dengannya
  • Tidakkah cinta, pada satu titik akan berhenti? akan ada suatu hari dimana kamu bangun, dan perasaan itu hilang begitu saja
  • Bukankah indah, jika hidup tanpa mimpi yang muluk-muluk? Tanpa ekspetasi berlebihan yang harus dilampaui
  • Semakin dewasa seseorang, semakin non-eksistensi kehidupan pribadinya
  • Bukankah segalanya lebih mudah jika kita memulai dari awal?
  • Hanya orang-orang melankolis yang menyukai hujan
  • Bagaiman dengan seseuatu yang lebih sederhana; merelakan misalnya?
  • Dalam kehidupan nyata, siapa yang tahu kapan tepatnya kita bisa merelakan sebuah kehilangan
  • Cinta itu punya bentuk yang berbeda-beda. Terasa beda dengan setiap orang, bukan berarti itu bukan cinta
  • Cinta itu butuh keberanian. Jika kau rasakan, peganglah. Peganglah erat-erat karena ia belum tentuakan kembali
  • Mengapa cinta tidak bisa saling memiliki? Mengapa setiap pertemuan harus berakhir dengan perpisahan? Mengapa rasa nyaman harus terikat dengan komitmen?